Saat itu, tanggal 20 Januari. Sepulang sekolah, cuaca gerimis tadi. Titik-titiknya membasahi cewek-cewek SMAN 11 Makassar yang kesetanan ingin pulang di depan pintu gerbang. Sementara itu, murid cowoknya "tertahan" karena mereka harus melaksanakan kewajiban shalat Jumat di Masjid Baitul Ilmi sekolah kami. Aku keluar dari gerbang-gerbang putih sekolah sambil menyembulkan payung biru berenda. Aku lalu tetap berjalan lurus kedepan menyusuri lorong depan sekolah yang panjangnya kira-kira 100 m. Sambil melirik kedepan sana, aku menunggu mobil biru berpapan biru bertuliskan huruf F lengkap dengan plat kuning. Mobil 'alpard' biru yang bermerk angkot yang selalu jadi primadona di kalangan umum Makassar. Jelajah 3 menit kemudian, aku turun dari mobil itu untuk meneruskan lagi ke mobil jalur lain yang papannya warna putih bertuliskan huruf A. Disana, aku lihat seorang Ibu berbaju coklat disiram dengan motif batik. Dengan makeup serata-rata ibu "berkepala emat atau lima" dan juga jilbab yang menutupi helaian rambutnya. Dia bercerita pada seorang kakak tambun yang duduk tepat disampingnya.
"Kalo mau makan, awali dengan minum 2 gelas air putih. Dengan begitu, leher yang tadinya dipuaskan, jadi gak "nagih" lagi karena sudah kenyang air.."
JLEB!, aku kemudian langsung melihat tubuhku yang mulai menggumpal karena lemak. Ya, terakhir kali aku ukur, berat badanku sudah naik 2 kilo!. Kuperhatikan terus si Ibu itu bicara. Kali ini, dia bukan hanya bicara pada kakak itu, namun padak juga. Aku terhanyut pada perkataan Ibu ini.
"Dulu, berat saya hampir 80 kg, loh. Tapi, saya punya seorang teman, seorang polisi, dia menyarankan saya untuk melakukan diet air putih. Saya mencobanya dan bertekad untuk mendapatkan berat badan ideal. Dan benar saja, berat badan saya menyusut 20 kilo..", aku ternganga-nganga begitu si Ibu mengucapkan kata-kata tadi. Seperti iklan, kata-katanya persuasif sekali. Si Ibu juga menambahkan, jika kita benar-benar niat untuk diet sehat ini, kita harus mengurangi makan nasi dan daging terlalu banyak, karena dapat menyebabkan lemak tertimbun di lapisan perut kita. Sebagai gantinya kita harus perbanyak makan sayur dan buah serta minum air putih. Aku benar-benar yakin, tubuh si Ibu di dapat dari diet air putih itu. Kakak tambun itu juga begitu antusias mengikuti perkataan si Iibu dari A-Z. Dari kalor sampai kidul. Tibalah niat "usil"-ku untuk memeotret si Ibu, Dengan perlahan aku pura-pura mengeluarkan headset, namun tetap memotret dan mendengarkan Ibu itu hingga ia turun.
Nah, untuk teman-teman yang ingin menuunkan badan, mungkin diet air putih ini dapat dicoba. Dengan diiringi banyak olahraga pasti diet-nya akan berhasil, kok!.
"Kalo mau makan, awali dengan minum 2 gelas air putih. Dengan begitu, leher yang tadinya dipuaskan, jadi gak "nagih" lagi karena sudah kenyang air.."
JLEB!, aku kemudian langsung melihat tubuhku yang mulai menggumpal karena lemak. Ya, terakhir kali aku ukur, berat badanku sudah naik 2 kilo!. Kuperhatikan terus si Ibu itu bicara. Kali ini, dia bukan hanya bicara pada kakak itu, namun padak juga. Aku terhanyut pada perkataan Ibu ini.
"Dulu, berat saya hampir 80 kg, loh. Tapi, saya punya seorang teman, seorang polisi, dia menyarankan saya untuk melakukan diet air putih. Saya mencobanya dan bertekad untuk mendapatkan berat badan ideal. Dan benar saja, berat badan saya menyusut 20 kilo..", aku ternganga-nganga begitu si Ibu mengucapkan kata-kata tadi. Seperti iklan, kata-katanya persuasif sekali. Si Ibu juga menambahkan, jika kita benar-benar niat untuk diet sehat ini, kita harus mengurangi makan nasi dan daging terlalu banyak, karena dapat menyebabkan lemak tertimbun di lapisan perut kita. Sebagai gantinya kita harus perbanyak makan sayur dan buah serta minum air putih. Aku benar-benar yakin, tubuh si Ibu di dapat dari diet air putih itu. Kakak tambun itu juga begitu antusias mengikuti perkataan si Iibu dari A-Z. Dari kalor sampai kidul. Tibalah niat "usil"-ku untuk memeotret si Ibu, Dengan perlahan aku pura-pura mengeluarkan headset, namun tetap memotret dan mendengarkan Ibu itu hingga ia turun.
![]() |
| Foto si Ibu yang ku 'jepret' waktu itu. "Sebelum makan, minum 2 gelas air untuk mengganjal perut", katanya. |
![]() |
| Si kakak bertubuh tambun, ku 'jepret' tepat setelah Ibu itu turun. |
Semoga bermanfaat! (^^)



0 comments