Quillatisserie
  • Home
  • Blog
  • Tag
    • Diary
    • Kreatif
      • Fotografi
      • Gambar
      • Cerpen
  • Tentang
  • Kontak
Aku bersyukur di beri tangan, terutama tangan kanan. Karena dengan tangan kananlah aku bisa mengespresikan apa aja. Dengan tangan kanan aku bisa mewujudkan imajinasiku jadi tulisan atau gambar. Dengan tangan juga, orang-orang terkenal bisa merubah dunia. Lihat saja, Bill Gates, dia bisa membuat Windows karena diberi tangan. Marc Zuckerberg yang juga membuat Facebook karena dianugerahi tangan.
Tanganku sendiri sih, aku percaya, dia belum bisa melakukan banyak hal untuk dunia ini. Sebut saja, blog ini, yang kumpulan posnya kebanyakan hal-hal yang gak jelas. Karena aku, masih perlu belajar untuk mencoba memperbaiki dunia ini seperti tujuan hidupku. Pengalamanku masih sedikit, wawasanku pun masih sempit. Namun, aku janji pada diriku sendiri, selamanya tangan ini gak akan berhenti mencari, selamanya tangan ini gak akan berhenti bekerja.
Dan, semoga kalian bisa senang setelah melihat karya-karyaku dibawah ini. Inilah hasil gambaran-gambaran terbaruku, yang tentunya belum sempurna:

Gambar ini kuberi judul ˾LIFE ̚, ceritanya tokoh cewek dalam gambar ini lagi menikmati hidup. Tapi di gambar ini gak begitu kelihatan jelas dan kelihatan gak begitu jelas, serta begitu keliatan gak jelasnya.. -_-

Yaa.. gambar ini judulnya 'Rainbow' seperti kelihaannya. Dan URL blog yang digambar itu jagan terlalu  dipikirkan. Itu URL lama dari blog ini..

Gambar ini judulnya 'Orholicosticange'. Sudahlah, judulnya cukup baca dalam hati aja. Lidahku juga berlipat-lipat saat menyebut judulnya yang ribet ini. Padahal aku yang buat.. -_-

'Pink Expressionistic', judul yang kupilih buat gambar yang nyentrik ini. Sebagai bukti dari ekspresiku yang lagi serius namun santai saat membuat gambar ini.

Lantaran gambar ini gambar yang pertama kali kubuat pake aplikasi digital, aku bingung mau namainnya apa. Aku putuskan buat cari nama yang simple, 'PinkPurple Combination'.

Cewek ini sedang menangis karena lagi rindu dan sedih karena dia ditinggal sendirian. Makanya itu kuberi nama gambar ini, 'Sad on me'.

Gambar cewek yang lagi tersenyum, namun gak begitu kelihatan jelas. Dia tersenyum karena rasa syukur, tapi aku sendiri heran kenapa aku namain gambar ini 'SHI'.

"What, gambar apa ini?. Air", Pertanyaan itu mungkin muncul dari benak kalian setelah melihat gambar ini. Namun nyatanya, justru pertanyaan itulah yang aku jadikan sebagai judul dari gambar ini, "What.er".


Ya, that's all. Karya-karya dari tangan usilku yang gak bisa berhenti buat corat-coret sana-sini. Tangan yang benar-benar gak bisa berhenti bekerja dan selalu gatal jika aku melihat seseorang melakukan hal yang bermanfaat. Aku yakin tangan ini memang gak akan berhenti bekerja!.
NB: [SEKEDAR INFO]. Aku memubuat semua gambar ini menggunkan aplikasi Artweaver. Bagi kamu yang juga suka menggambar, kamu bisa download aplikasi Artweaver disini. Dijamin, kamu bakalan betah pakai aplikasi gambar yang lengkap tools-nya seperti Artweaver ini!. 
Tak akan ada habisnya jika aku bercerita tentang Gorontalo. Segalanya tentang tanah yang permai ciptaan Tuhan itu. Terutama suasana jelang lebarannya. Semua orang bahagia, lampu-lampu membuat kota ini tampak gemerlap. Malam-malam  Tumbi lo Tohe yang gemerlap, hanya Gorontalo yang 'punya'..

Lapangan Padebuolo yang penuh gemerlap
Tumbi lo tohe sebenarnya berasal dari dua kata rangka yang berasal dari Bahasa Gorontalo, tumbi yang artinya malam, dan tohe artinya lampu. Jadi, Tumbi lo tohe secara harfiah dapat diartikan malam pasang lampu. Tumbi lo tohe sendiri, biasanya diadakan di 3 malam terakhir bulan Ramadhan (menjelang lebaran Iedul Fitri). Pada malam Tumbi lo tohe, jalan, jembatan, lapangan, kantor, sekolah, sampai rumah warga semuanya dihiasi dengan lampu warna-warni yang beragam jenisnya. Mulai dari lampu tradisional sampai lampu neon yang lebih praktis. Walaupun lampu neon warnanya lebih beragam, tapi yang akan menyita banyak perhatian adalah lampu tradisonal buatan tangan masyarakat Gorontalo. Lampu tersebut terbuat dari botol M150 yang diisi minyak dan atasnya di beri sumbu. Ini sungguh unik karena hanya masyarakat Gorontalo yang membuat lampu botol seperti ini.
Lampu Tumbi lo tohe tradisional terbuat dari botol M150
Untuk lebih menarik perhatian, biasanya masyarakat Gorontalo menyusun lampu ini menjadi berbagai masacam bentuk bidang dan tulisan. Belah ketupat, segitiga, lingkaran, sampai bentuk bidang yang rumit seperti masjid. Lampu-lampu ini tenunya sangat meramaimaikan suasana Gorontalo saat itu. Setiap jalan ramai dipenuhi kendaraan, mulai dari bentor sampai mobil. Pejalan kaki juga tak mau kalah meramaikan malam Tumbi lo tohe. Semua orang sangat menikmati lampu-lampu yang gemerlapan itu. Aku sempat memotret suasana Tumbi lo tohe di beberapa tempat strategis.

Cahaya lampu neon di Jl. Rusli Datau

Tumbi lo tohe di salah satu lapangan (aku lupa namanya)

Ramainya Jembatan Talumolo 2



Jembatan Talumolo 1 juga tidak mau kalah
Harapanku tak banyak saat itu (sampai saat ini pun sama), aku berharap, dengan adanya Tumbi lo tohe, Gorontalo dapat semakin di kenal oleh turis lokal maupun mancanegara. Hanya itu saja.

Oh iya. seiring dengan suasana lebaran yang masih terasa, aku mengucapkan mohan maaf lahir batin, atas postingku yang kadang tak penting dan celotehanku yang tidak jelas. Segala kekuranganku, anggaplah itu sebagai keunikanku. Kalianpun akan kuanggap begitu. Semua hati kita akan selalu gemerlap, seperti cahaya malam Tumbi lo tohe... 



Artikel ini aku tulis akibat keprihatinanku tentang pendidikan Indonesia yang bisa dibilang 'rempong'. Artikel ini juga ada berkat cerita teman-temanku yang sekolah di SMA maupun di SMK tentang pendidikan yang mereka jalani dan salah satu buku bisnis karya Bambang Trim, Vaksin Bussiness for Kids. Di buku itu tertulis, enterpreneur adalah orang yang rajin dan pandai bergaul. Aku langsung membenarkan pernyataan tersebut. Dan itulah yang juga membuatku terinspirasi untuk membuat artikel essai ini...


Jiwa Enterpreneur Terpendam, Api Produktivitas Anak Bangsa Memadam

Waktu itu, aku baca di salah satu buku bisnis karya Bambang Trim, Vaksin Bussiness for Kids. Di buku itu tertulis, enterpreneur adalah orang yang rajin dan pandai bergaul. Aku langsung membenarkan pernyataan tersebut. Dan itulah yang membuatku terinspirasi untuk membuat artikel essai ini...

 Di Iindonesia, kita tahu ada 2 jenis pendidikan menengah atas yang dapat kita pilih, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMk). Kedua jenis sekolah ini punya perbedaan yang sangat mencolok. Anak SMA lebih banyak bergelut dalam teori-teori karena akan dipersiapkann untuk masuk ke Perguruan Tinggi untuk mendapatkan pengetahuan lebih lanjut. Sementara anak SMK, mereka sudah dipersiapkan untuk SIAP KERJA a.k.a jadi enterpreneur (atau boleh juga lanjut kuliah dulu). Tapi. ironisnya ini menimbulkan ketidakseimbangan pada kedua jenis pendidikan tersebut. Anak SMA dinilai lebih "pintar" dan "berisi" dibandingkan anak SMK. Sementara itu, anak SMK dinilai lebih "terampil" dan "produtif" dibandingkan anak SMA. 
Disinal letak masalahnya. Bisa dilihat dari kurikulum-kurikulum sebelumnya, anak SMA juga diberikan praktek. Namun tergantung kepada gurunya lagi, apa dia akan memberikan praktek pada siswanya atau tidak. Ironisnya, para guru di Indonesia sejak zaman 'baheula', lebih memntingkan kemampuan kognitif (pengetahuan) ketimbang pengetahuan motoris (praktikal). Seolah ingin mengubah anak didiknya menjadi filsuf dan ilmuwan, kebanyakan guru hanya mengajarkan teori tanpa mengajar praktek, Nasib anak SMA sungguh terdengar miris di telinga kita.
Mungkin, inilah akar pemikiran Mendikbud Muhammad Nuh dahulu, yang ingin menyisipkan pendidikan karakter dan kewirausahaan di Kurikulum 2013 (K13). Tapi ujung-ujungnya, kurikulum tersebut dinilai terlalu rumit dan kompleks sehingga Mendikbud baru menyarankan untuk memberhentikan kurikulum tersebut. Ini langsung menimbulkan kebingungan di kalangan guru-guru sekolah. Sebagian ada yang ikut pemerintah, sebagian ada yang tetap lanjut terus dan berusaha untuk menjadikan sekolahnya sebagai sekolah percontohan dengan kurikulu tersebut. Dan, sekolahku memilih untuk mengikuti pemerintah dan kembali ke KTSP 2006.
Tapi, kadang aku mengeluh. Lagi-lagi karena jarangnya praktek Bahasa Inggris yang sebenarnya ada listening dan speaking. Kami lebih sering listening dibanding speaking. Sedangkan bahasa sendiri, Bahasa Indonesia ada mendengar dan berbicara, setiap kali dipanggil di depan kelas untuk berbicara, kami selalu merasa gugup karena takut salah. Jadilah, hampir semua mata pelajaran sekolah kami terancam JARANG PRAKTEK. 
"Kalau sudah begini, siapa yang patut disalahkan?"
Kalau sudah begini, (kami, anak SMA yang jarang praktek) bagaimana kita dapat menciptakan jiwa-jiba enterpreneur muda yang kreatif, inovatif, tanggung jawab, jujur, rajin, dan komunikatif di tengah-tengah kondisi guru SMA Indonesia yang lebih mementingkan teori belaka?. Kemana semua jiwa enterpreneur yang kita sudah miliki sejak lahir ini?. Disitulah aku merasa iri dengan anak SMK...
Namun ternyata, anak SMK juga tidak sebaik itu. Mereka dijuruskan berdasarkan NILAI sama seperti anak SMA. Ingat, mereka dijurukskan berdasarkan NILAI. Dengan begini, kita bisa ambil kemungkinan anak SMA sama dengan anak SMK: Pertama, belum tentu jurusan di mana mereka ditempatkan sesuai dengan minat dan bakatnya, Otomatis, dengan begini mereka belum tentu dapat menerima pelajaran dengan baik. Kedua, adanya "Faktor X", paksaan orangtua. Jangan dianggap sepele, sekarang masih banyak orangtua yang memaksa anaknya untuk masuk ke jurusan tertentu. Sama seperti yang pertama, mereka tidak dapat menerima  pelajaran dengan baik dan dapat juga mengalami tekanan batin karena paksaan orangtuanya.

Dari sini aku dapat menyimpulkan:
Sistem pendidikan Indonesia sebenarnya sudah bagus. Namun, guru-guru Indonesia harusnya lebih mendalami lagi tentang pendidikan karakter yang sebenarnya. Untuk orangtua-orangtua Indonesia, haruslah dapat mengetahui bakat anak-anaknya dengan baik (dapat dilakukan dengan Tes Bakat dan Minat secara online maupun offline). Ingat, setiap anak punya kelebihan masing-masing, kita harus mendukung kelebihan itu, bukan memaksa anak untuk masuk ke jurusan yang tidak sesuai dengan minak anak. Buat teman-teman penerus bangsa juga, kita tidak harus melulu bergantung pada gadget yang canggih untuk mengerjakan 'semua' hal, bermalas-malasan, acuh tak acuh, serta pasif. Kita dapat mengandalkan kemampuan kita sendiri, kok untuk menjadi produktif dan inovatif. Ingat, tahun ini, kita ikut ASEAN Free Trade Area (AFTA), kita akan bersaing di 'pasar bebas' ASEAN. Untuk itu, kita harus menunjukkan kemampuan kita sebagai anak Indonesia.

[Makassar, 03 Mei 2015]


sumber: wasathon.com
Title: Siapakah Dirimu?
Author: Ari Januar
Genre: Psikologi/Personality Test


Ditulis oleh seorang perempuan yang punya 2 saudara kembar lain, Ari Januar di sekitar tahun 2013. Buku ini tujuannya sangat jelas, yaitu membantu kita yang ingin tahu"siapa diri kita" dan apa saja potensi yang kita miliko. Buku ini memiliki panjang 19 cm dan lebar 13 cm, serta tebal 128 halaman.
Menurutku, buku ini memberi gambaran yang jelas tentang diri kita. Menggunakan 2 metode dari para ahli ( Eneagram dan Carl Jung), kita dapat menganalisis bakat kita dan dapat mengetahui berbagai pekerjaan yang cocok dengan diri kita melalui buku ini. Tidak hanya itu, didalam buku ini terdapat kekurangan dan kelebihan masing-masing kepribadian dari kedua teori yang berbeda itu. Penulis juga melengkapi karyanya dengan tes-tes kepribadian singkat seperti tes kepribadian umum dan tes kepribadian bergambar.
Yang paling menarik dari buku ini adalah teori dari Carl Jung. Teori itu akan membantu kita untuk menganalisis apa kita orang yang terbuka atau tertutup, sensoris atau intuitif, pemikir atau perasa, dan judger atau perceiver. Lalu, penulis membantu kita untuk menggabungkan keempat kepribadian tersebut dan menyebutkan pekerjaan yang cocok untuk tipe dari hasil analisis tersebut. Total kepribadian yang ada dalam teori ini ada 16 kepribadian.
Kelemahan:
Buku ini benar-benar blak-blakan mengupas teori kepribadian menurut Ccarl Jung dan Eneagram, sehingga kurang sekali menyertakan ide-ide yang murni berasal dari penulis.
Rekomendasi:
Kamu bisa "melengkapi" buku ini dengan rangkaian buku mengenai "siapa dirimu"/ Who I Am lain agar kamu dapat mengenal lebih djauh tentang dirimu. Atau mungkin, kamu juga dapat melengkapinya lagi dengan buku-buku yang membiarkanmu untuk menuliskan ide dan menulis jurnal di dalamnya. Dengan begitu, kepribadianmu akan lebih terlihat olehmu dan kamupun tahu "siapa kamu" sebenarnya.


Suatu essai yang aku tulis untuk membela keberadaan dongeng-dongeng yang mendidik aku sejak kecil. Dan juga teman-teman para pecinta fairytales di seluruh Indonesia...

Dongeng Hilang Kemana?

Zaman dahulu, kita masih dihadapkan dengan berbagai acara yang menyajikan dongeng anak. Sebut saja, TVRI yang sampai sekarang masih menayangkan acara-acara anak yang menyisipkan dongeng di dalamnya. Saat pendongeng membacakan cerita Si Kancil, anak-anak yang berada di studio langsung mendekat dan mendengarkannya dengan antusisas. Namun apa yang terjadi pada kebanyakan anak-anak zaman sekarang sungguhlah ironis. Mereka lebih memilih untuk "mengkonsumsi" film-film dan sinetron yang tentun saja tak pantas untuk anak-anak seusia mereka.
Kita bisa lihat negara Cina yang menayangkan acara "My Learning Bakery" yang juga tayang di salah satu stasiun televisi swasta kita. Acara itu membacakan dongeng pada anak sekaligus mengajarkan anak untuk memasak makanan yang berhubungan dengan dongeng tersebut. Mereka menyanyi dan menari bersama-sama di akhir acara. Pantaslah saja anak-anak Cina lebih terlihat cerdas, aktif dan ingin tahu dibanding anak Indonesia yang malas dan cenderung pasif.
Banyak orangtua yang belum tahu, dongeng punya banyak manfaat pada perkembangan anak. Memang terkesan membosankan, tetapi membacakan dongeng pada anak dapat mempererat ikatan orangtua dan anak, Dongeng dapat meningkatkan imajinasi anak sehingga kelak anak dapat menjadi pribadi kreatif yang dapat menemukan berbagai inovasi baru. Sehinggs jika terus dibudidayakan membacakan dongeng pada anak, dapat diprediksi, Indonesia dapatmemperoleh cita-cita yang selama ini didambakan, menjadi negara yang mandiri dan mampu mengolah SDA dan SDM-nya dengan baik. Moral-moral dalam dongeng juga dapat membuat anak lebih dapat memilih 'yang baik' dari pada 'yang buruk' jika kita memikirkan lebih luas. Untuk itu penulis dapat menyimpulkan, di dalam satu buku dongeng, terdapat jutaan manfaat untuk membangun generasi emas kita.
Untuk menyukseskan usaha untuk memembudidayakan pembacaan dongeng, kita perlu berbagai aspek untuk mendukungnya. Yang utama, pemerintah. Pemerintah baiknya dapat membuat suatu program pendidikan karakter yang didalamnya dapat dimasukkan unsur dongeng yang dapat digunakan bagi sekolah-sekolah dasar maupun Taman Kanak-Kanak. Program ini dapat diberlakukan untuk anak usia 4 hingga 10 tahun (mulai dari TK hingga kelas 5 SD). Baiknya sekolah juga mendukung program tersebut. Orangtua juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai moral yang didapat dari dongen pada anak. Masyarakat tentunya harus ikut membantu suksesnya program yang penulis sarankan ini. 
Penulis berharap, dengan adanya essai ini, kita semua dapat sadar akan menfaat dongeng bagi kecerdasan anak serta dapat menerapkan budaya membaca buku, utamanya dongeng bagi anak-anak.



Puisi ini aku tulis saat aku lagi benar-benar kesal, sedih, marah, dan takut di kelas karena teman-temanku mengejekku. Hari itu, kami belajar Matematika, dan aku tak bisa mengajukan jawaban dari soal yang diberikan oleh guruku. Ya, singkat cerita, aku menangis. Bukan karena aku cengeng, aku jadi ingat rasa sakit yang pernah aku alami waktu kecil. Aku dijauhi, aku di 'siksa', aku di cemooh teman-temanku. Maka untuk melampiaskan semua rasa sakit itu, kucurahkan semuanya ke dalam puisi ini untuk semua pengejek di seluruh dunia...


Surat untuk Pengejek

Untuk semua dari kamu
Manusia-manusia tanpa hati nuranimu
Yang bercabang lidahmu
Dan rusak hatimu

Maafkan aku menulis ini
Hari ini
Perasaan harus ditumpahi
Di kertas putih berseri

Terima kasih atas busukmu
Bisa yang beracunmu
Kata-kata tercelamu
Segala lakumu

Dua belas Januari
Kau sebar duri
Kau sentak hati ini sembari
Mengetuk detak memori

Mulutmu sungguh jalang
Tak terbayang
Bagai binatang
Tanpa kandang

Panah tajam kau tancapkan
Jahatmu terungkapkan 
Dalam hati aku tertekan
Menggeram tak memaafkan

Hari esok mari dinanti
Suatu saat kau 'kan meniti
Hidup yang tersakiti
Tanpa ampun sampai mati

Kau akan rasa
Dirimu rasa mati rasa
Saat kau disiksa 
Oleh cambukan sang Perkasa

Maaf, kutulis ironi
Dihari ini
Dendam hati ini
Ingin mengubah hidup ini

Ini untukmu kawanku
Yang lidahnya setajam paku
Membawa retak benakku hingga ujung kuku

Risti Fauziyah Habibie, di kelas
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

12
Desain-tanpa-judul
Girl with a lot of dreams and imagination. Writing here to release all of her minds.

Ikuti

Pos Populer

  • Ironi Manusia
  • Mungkin, Selamanya Tangan Ini Tak Akan Berhenti Kerja..
  • Artikel: Jiwa Enterpreneur Terpendam, Api Produktivitas Anak Bangsa Memadam
  • Kali ini SMA...

Kategori

artikel 1 arts 3 blog 38 cerpen 4 cinta 4 cosplay 1 diary 1 diriku 1 dongeng 1 drawing 3 essai 1 experience 1 friends 1 fun 1 hobi 1 idea 1 insprasi 1 journey 1 kreatif 1 love 4 motivasi 4 myself 2 novel 2 pengalaman 1 personal 1 perubahan 1 photography 5 resensi 3 sekolah 1 seru 2 teater 1 teenlit 1 tips 1 unik 1

Berlangganan

Nama

Email *

Pesan *

Risti Fauziyah Habibie. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Arsip

  • ►  2021 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2015 (11)
    • ▼  Agustus (6)
      • Mungkin, Selamanya Tangan Ini Tak Akan Berhenti Ke...
      • Gemerlap Malam Jelang Lebaran di Gorontalo
      • Artikel: Jiwa Enterpreneur Terpendam, Api Produkti...
      • Siapakah Dirimu? by Ari Januar
      • Essai: Dongeng Hilang Kemana?
      • Surat untuk Pengejek
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2013 (25)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2012 (43)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (8)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (1)

Oddthemes

Populer

  • Alasanku untuk menjadi seorang Penulis
  • Artikel: Jiwa Enterpreneur Terpendam, Api Produktivitas Anak Bangsa Memadam

Copyright © Quillatisserie. Designed by OddThemes