Puisi ini aku tulis saat aku lagi benar-benar kesal, sedih, marah, dan takut di kelas karena teman-temanku mengejekku. Hari itu, kami belajar Matematika, dan aku tak bisa mengajukan jawaban dari soal yang diberikan oleh guruku. Ya, singkat cerita, aku menangis. Bukan karena aku cengeng, aku jadi ingat rasa sakit yang pernah aku alami waktu kecil. Aku dijauhi, aku di 'siksa', aku di cemooh teman-temanku. Maka untuk melampiaskan semua rasa sakit itu, kucurahkan semuanya ke dalam puisi ini untuk semua pengejek di seluruh dunia...
Surat untuk Pengejek
Untuk semua dari kamu
Manusia-manusia tanpa hati nuranimu
Yang bercabang lidahmu
Dan rusak hatimu
Maafkan aku menulis ini
Hari ini
Perasaan harus ditumpahi
Di kertas putih berseri
Terima kasih atas busukmu
Bisa yang beracunmu
Kata-kata tercelamu
Segala lakumu
Dua belas Januari
Kau sebar duri
Kau sentak hati ini sembari
Mengetuk detak memori
Mulutmu sungguh jalang
Tak terbayang
Bagai binatang
Tanpa kandang
Panah tajam kau tancapkan
Jahatmu terungkapkan
Dalam hati aku tertekan
Menggeram tak memaafkan
Hari esok mari dinanti
Suatu saat kau 'kan meniti
Hidup yang tersakiti
Tanpa ampun sampai mati
Kau akan rasa
Dirimu rasa mati rasa
Saat kau disiksa
Oleh cambukan sang Perkasa
Maaf, kutulis ironi
Dihari ini
Dendam hati ini
Ingin mengubah hidup ini
Ini untukmu kawanku
Yang lidahnya setajam paku
Membawa retak benakku hingga ujung kuku
Risti Fauziyah Habibie, di kelas


0 comments